Jumat, 21 Oktober 2016

Tentang MLM

MLM, singkatan dari Multi Level Marketing, merupakan sebuah metode pemasaran produk yang sangat revolusioner di abad ini. Dibandingkan dengan metode pemasaran konvensional, MLM memberikan kesempatan kepada siapapun untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Bukan sekedar penghasilan tambahan, bahkan penghasilan dari seorang pebisnis MLM yang sukses ini mampu melebihi pendapatan orang orang lain dari berbagai profesi lainnya. Kini MLM merupakan sebuah profesi dengan bayaran termahal.

Dari mana datangnya income ratusan juta rupiah perbulan di bisnis MLM.

Teman Teman Netter sekalian, banyak diantara kita yang masih belum memahami tentang dari mana perhitungannya hingga seorang ditributor bisa memperoleh income ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis MLM?

Sebenarnya, setiap produk yang dipasarkan oleh MLM itu memiliki nilai nilai perhitungan yang disebut dengan PV (Poin Value) dan BV (Bonus Value). PV digunakan sebagai syarat untuk berhak atau tidaknya seorang member mendapatkan bonus. Sedangkan BV adalah sebagai angka besaran nilai bonus. Anggaplah Produk A, produk ini misalnya oleh perusahaan diberi nilai PV 10, dan BV 30 ribu. Biaya produksi produk ini anggaplah (misalnya) Rp. 65 ribu. Perusahaan mengambil keuntungan dengan menjualnya kepada member seharga Rp. 70 ribu. Dengan dijual seharga Rp. 70 ribu pun sebenarnya perusahaan sudah dapat untung. Namun dalam bisnis MLM, harga jual yang Rp. 70 ribu tadi akan ditambahkan lagi dengan Bonus Value sebesar (anggaplah) Rp. 30 ribu. Jadi harga jual produk A sekarang menjadi Rp. 100 ribu, dimana perusahaan akan mengkoordinir/mengatur/mengumpulkan BV yang Rp. 30 ribu tadi dikumpul jadi satu, untuk kemudian dibagikan kembali kepada para membernya yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bagian bonus sesuai dengan yang diatur dalam marketing/bonus plan. Jika dalam 1 bulan terjadi penjualan 1000 pcs produk A, maka total BV yang terkumpul pada bulan tsb adalah 1000 pcs X 30.000 = Rp. 30 juta. BV yang terkumpul sebesar Rp. 30 juta ini akan dibagikan kepada para member yang memenuhi syarat sesuai dengan yang diatur dalam marketing plan.

Kita ambil contoh perhitungan bonus dari salah satu MLM yang saya tekuni yaitu HWI, syarat untuk berhak mendapatkan bonus adalah dengan belanja minimal 200 PV. Dalam contoh kasus seperti diatas, dimana Produk A diberi nilai PV 10, maka anda wajib belanja Produk A sebanyak 20 pcs untuk bisa memperoleh hak pembagian bonus dibulan tersebut. Besarnya nilai bonus yang berhak anda terima itu bergantung pada seberapa besar jaringan anda. Misalnya di HWI ada 1 diantara bonus bonusnya yang bernama Bonus Performance, besarnya adalah 10% dari kaki kecil. Misalnya anda punya 2 kaki, kaki besar omzet 2500 PV, kaki kecil omzet 2000, maka bonus performance anda adalah 10% X 2000 PV = 200 PV. 1 PV di MLM HWI nilai bonusnya Rp. 2 ribu, maka Bonus Performance anda adalah Rp. 400 ribu.

Dari mana perhitungannya koq ada yang bisa mendapatkan Bonus ratusan juta rupiah perbulan?

Ya gampang aja. Tinggal membesarkan jaringan aja. Kalo jaringan 2 kaki anda berkembang semakin besar setiap bulan, dan memiliki omzet kaki kecil (anggaplah) hingga 500 ribu PV, maka 10% X 500 ribu = 50 ribu PV.

50 ribu PV dikali Rp. 2.000 = Rp. seratus jutaan.

Itulah kekuatan MLM, kekuatan duplikasi. Jaringan semakin hari semakin besar. Anda mendapatkan royalti terhadap omzet penjualan dari jaringan anda, atas jasa anda membangun jaringan, hingga produk perusahaan bisa terjual dalam jumlah yang sangat besar. Jika omzet belanja group anda mampu memberikan keuntungan kepada perusahaan sebesar Rp. 1 Milyar, wajar donk jika perusahaan memberikan anda royalti sebesar 100 jutaan atas jasa anda yang telah membangun market sebesar itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar